Jumat, 29 Oktober 2010

Fakta dan Pelajaran dari Burung yang Terbang dengan Formasi V

 












Pernah melihat burung atau angsa terbang dengan formasi V??Mungkin saat sore atau pagi hari kita sering melihatnya.Mereka biasa melakukan penerbangan seperti itu untuk mencari lingkungan yang lebih hangat untuk ditinggali.Mungkin banyak dari kita bertanya-tanya,mengapa mereka terbang dengan bentuk formasi V?  
Di bawah ini ada beberapa fakta mengapa mereka terbang dengan cara seperti itu dan terdapat pula beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari kawanan burung tersebut.

Fakta (1) :

Kepakan sayap burung di depan, memberi “daya dukung” bagi burung dibelakangnya. Burung di belakang tidak perlu susah-payah menembus ‘airwall’ di depannya. Hasilnya, seluruh kawanan burung dapat menempuh jarakterbang 71 % lebih Jauh dari pada kalau setiap burung harus terbang sendiri-sendiri.

Pelajaran :

Bila arah dan tujuan kita sama, dan kita mau saling berbagi dalam perserikatan, maka pencapaian tujuan kita akan menjadi lebih cepat dan lebih mudah. Mampukah kita untuk saling dorong dan saling dukung satu sama lain dalam pencapaian tujuan bersama ? Sudah seharusnya , karena burung saja bisa !

Fakta (2) :

Kalau seekor burung terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan burung di depannya.

Pelajaran :

Kalau kita memiliki cukup logika umum, kita akan tetap berada dalam perserikatan bersama partner lain dan pengelolanya. Kita membuka diri untuk menerima dan memberi bantuan dari dan kepada partner lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama dalam perserikatan yang akan menjadi milik kita bersama.

Fakta (3) :

Ketika burung pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan burung lain akan terbang menggantikan posisinya.

Pelajaran :

Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Kita yakin potensi semua partner. Tapi, manusia saling bergantung satu sama lain dalam pengetahuan, keterampilan, kemauan, kapasitas, karunia lain yangunik, serta talenta atau sumber daya lainnya.

Fakta (4) :

Burung-burung yang terbang dalam formasi mengeluarkan suara riuh-rendah dari belakang memberi semangat kepada burung yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.

Pelajaran :

Kita harus memastikan bahwa ucapan kita akan memberi dukungan kekuatan, bukan melemahkan. Semua partner dalam perserikatan akan saling memperkuat, sehingga hasil yang dicapai akan menjadi lebih besar. Dukungan dalam satu kesatuan hati dilandasi nilai-nilai luhur adalah kualitas suara dan ucapan partner yang diharapkan bersama oleh semua partner dalam perserikatan .

Fakta (5) :

Ketika seekor burung menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua burung lain akan ikut keluar dari formasi bersama burung tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan burung yang jatuh dan berusaha untuk mendorongnya agar dapat terbang lagi, tidak sampai mati. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

Pelajaran :

Kalau saja kita berperasaan seperti seekor burung, kita akan tinggal bersama partner yang berada dalam kesulitan, seperti ketika segalanya baik, dan berusaha untuk mendorongnya agar dapat bangkit kembali.

4 komentar:

bydd mengatakan...

nyata bahwa banyak contoh dari sang pencipta agar bs di ambil pelajaran bagaimana seharusnya berjamaah...burung aja berjamaah...^_^

sick and health mengatakan...

ini dia yang patut dicontoh di jaman sekarang ini.... :) pelajaran yang berharga buat kita semua.....

Ajeng Sari Rahayu (Dii Ajeng Kellin) mengatakan...

komentar pertamaku ini ...
artikel pertama yg membuatku tertarik tuk mmbca dan memahami pesan yg tersirat di dalamnya teman.. kalau digambarkan sih antara 1 burung dg burung yg lain td saling bersimbiosis mutualisme ..dan yg plg ptg mereka sama2 bergotong royong.. itu sulit kita dapatkan di Zaman modern skrg ini .. .

Ajeng Sari Rahayu (Dii Ajeng Kellin) mengatakan...

:k:

Poskan Komentar

Tinggalkanlah sedikit komentar..karena akan sangat berkesan bagi saya,

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...