Senin, 01 November 2010

Pelajaran Hidup dari Semut


Semut merupakan binatang yang memiliki ukuran fisik/tubuh kecil. Semua orang pasti mengenal semut serta kebiasaan-kebiasaannya. Ada banyak jenis semut yang hidup di dunia ini. Entah ada berapa puluh jenis bahkan mungkin bisa ratusan atau mungkin ribuan, saya tidak tahu. Semut biasanya tinggal di tempat-tempat yang ada sumber makanannya. Hal itu wajar, karena jika tidak ada sumber makanan, maka mungkin mereka akan kelaparan.
Walaupun semut memiliki ukuran fisik yang kecil, tetapi mereka bisa memberikan pelajaran berharga bagi manusia. Seandainya kita bisa mengerti bahasa mereka seperti Nabi Sulaiman Alaihi Salam, mungkin kita akan tahu apa yang mereka bicarakan. Sebagai manusia yang awam, saya mempunyai analisa sendiri tentang kebiasaan semut-semut itu. Semua ini hanya saya sandarkan pada kebodohan dan kejahilan diri saya. Beberapa hal yang bisa saya ambil hikmah dari kebiasaan-kebiasaan semut ini, diantaranya :  

1. "Semut biasanya pada saat berpapasan akan berhenti sejenak dengan kepala yang saling berdekatan." Kebiasaan semut berhenti sejenak dalam berpapasan dan saling mendekatkan kepalanya, ini memberikan pelajaran pada kita bahwa bertegur sapa adalah hal yang mulia. Hendaknya kita memberikan salam kepada siapa pun yang berpapasan dengan kita, menegur dengan suara lembut dan memberikan senyuman dengan penuh keikhlasan. Saling mendo’akan ketika bertemu dengan orang lain akan membuat kita berada dalam keberkahan
 
2. "Biasanya semut berjalan pada arah yang sejalan atau sepertinya punya jalur khusus untuk rute perjalanannya." Kebiasaan semut berjalan pada jalurnya, mungkin hal ini sebagai isyarat bagi kita agar selalu berjalan pada arah yang telah ditentukan. Jalan ini tentu saja jalan kebenaran sebagai jalur hidup kita. Jika kita keluar jalur, hal ini akan membuat diri kita salah jalan yang akhirnya tidak tahu kemana arah kita sesungguhnya. Tetapi dengan jalur yang benar, maka akan membuat kita sampai pada tujuan dengan selamat.  
3."Pada saat salah satu semut menemukan makanan, secara otomatis teman-temannya berdatangan dengan cepatnya." Kita sering melihat jika ada makanan yang berserakan maupun makanan yang tersimpan rapi. Maka, jika ada satu semut menemukannya, maka pasukannya akan segera berdatangan. Lalu bagaimana semut-semut itu tiba-tiba berdatangan dengan cepatnya. Kita tidak mengetahui bagaimana itu terjadi, apakah dengan bahasanya mereka menyuarakan bahwa ada makanan atau bagaimana? Apapun yang terjadi kepada mereka kita tidaklah mengetahuinya, yang penting ada satu pelajaran berharga yang bisa kita sikapi. Pada saat satu semut menemukan makanan, maka yang lainnya datang. Hal ini memberi pelajaran kepada kita, seandainya kita punya makanan, alangkah baiknya kalau tetangga dan sanak saudara kita juga ikut kebagian menikmatinya. Kita tidak boleh berbuat kikir sehingga tetangga kita kelaparan. Janganlah kita memakan sendiri apa yang kita dapat melainkan untuk bisa saling berbagi, saling memberi dan saling membahagiakan.  

4."Kebiasaan semut membawa makanan ke sarangnya pada saat menemukan makanan." Salah satu kebiasaan unik lainnya adalah membawa makanan ke sarangnya. Terkadang makanan yang besar ia bawa secara gotong royong sampai ke sarangnya. Dan untuk makanan yang kecil, mereka bawa sendiri-sendiri ke sarangnya tanpa mampir dulu di jalan untuk menikmatinya sendiri terlebih dahulu. Ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kebiasaan semut yang satu ini.
 
Pertama, sifat kegotong royongan mereka yang begitu tinggi. dimana ada pekerjaan yang besar dan menyangkut kepentingan bersama, mereka bahu membahu melakukannya dengan tidak mengenal lelah. Mereka tetap membawa makanan berharga itu walaupun mungkin perutnya lapar. Mungkin mereka pikir akan terasa indah bila bisa menikmatinya bersama-sama dalam sarangnya.
 
Kedua, sifat kesetiakawanan mereka yang luar biasa, ketika ada yang memerlukan bantuan mereka dengan cepat membantu rekannya yang sedang ditimpa kesusahan, yaitu pada saat menanggung beban berat. Mereka tidak duduk manis sambil menonton temannya berjuang keras dalam menghadapi permasalahannya. Begitu juga dengan kita, hendaknya dapat merasakan apa yang orang lain rasakan. Sehingga kita tidak berbuat semena-mena terhadap orang lain dan senantiasa kita selalu menjaga sikap kesetiakawanan kita.
 
Ketiga, sifat kejujuran yang mereka tanamkan, makanan kecil yang ia bawa, bisa saja ia bawa lari sendiri dan menikmatinya sendiri. Akan tetapi kita sering melihat mereka tetap membawa makanan kecil secara teratur ke sarangnya. Hikmah yang bisa ambil dari hal ini adalah kita seharusnya bersikap jujur pada saat kita dititipi amanah. Jangan menguranginya apalagi tidak menyampaikannya.  

Keempat, belas kasihan diantara sesama mereka, apa yang mereka bawa mungkin saja ada semut yang sedang sakit sehingga memerlukan makanan atau ada semut-semut kecil yang baru tumbuh dan menginginkan makanan untuk pertumbuhannya. Begitupun dengan manusia, apabila ada Saudara kita yang kelaparan, maka selayaknyalah kita memberikan apapun yang kita punya agar rasa lapar mereka hilang.
 
Kelima, persembahan untuk sang Raja, kita tidak tahu apakah mereka melakukan hal itu (membawa makanan ke sarangnya) karena ingin mempersembahkan makanan tersebut pada sang Raja atau bagaimana. Kalaupun ia, maka disinilah mereka memberikan pelajaran pada kita bahwa kita harus mempersembahkan yang terbaik pada Sang Khalik. Persembahan kita kepada Sang Khalik, tentunya bukan dengan memberikan makanan atau apa pun, karena Sang Khalik tidak memerlukan makanan dan minuman, melainkan kita dapat mensyukuri nikmat-Nya dengan cara bersedekah dan beramal jariyah.  

Keenam Ketika kita mengganggu semut, maka mereka akan menggigit bahkan menyengat kita. Ada hikmah yang bisa kita ambil dari kebiasaan semut seperti ini. Pelajaran untuk tidak mengganggu orang lain terlebih orang yang tidak memiliki kuasa, baik itu miskin, cacat, jelek atau pun ketidak sempurnaan yang lainnya. Jika kita menggaggu bahkan menyakiti mereka, sesungguhnya doa mereka termasuk doa yang cepat dikabulkan, yaitu orang-orang yang teraniaya akibat perilaku buruk kita pada mereka. Pelajaran lain pada kebiasaan ini adalah mereka membalas perilaku buruk kita pada mereka dengan bereaksi langsung. Hal ini tentunya bukan berarti kita harus membalas apa yang telah mereka perbuat terhadap kita.
Semut disini memberikan gambaran bahwa mereka pun bisa mengingatkan manusia pada saat manusia mengganggu dirinya, dengan menggigit atau menyengatnya. Ini memberikan gambaran pada kita bahwa orang-orang kecil ini bisa menyengat atau pun menghancurkan orang-orang yang telah menganiayanya dengan doanya yang makbul. Semoga tulisan ini bermanfaat dan kita menjadi orang-orang yang beruntung, Amin.

5 komentar:

kisah abu nawas mengatakan...

dari hewan sekecil semut banyak yang bisa kita petik dan bisa kita jadikan pelajaran darinya

DenBaGas mengatakan...

Salam
Nice postingan kawan. belajar dari cara semut itu ternyata indah.. Thanks for share..

Salam kawan

BRI Jakarta Veteran mengatakan...

memang betul sob, kita harus banyak belajar dengan semut akan arti kebersamaan dan gotong-royong, nice posting.

Syaifullah Arifin mengatakan...

Inilah yg dikatakan "Alam ta kambang jadi guru", kita harus belajar banyak dri alam, namun saat ini sepertix alam tidak lagi di jadikan pelajaran malah di hancurkan sob...

semut mengajarkan kita banyak hal dan kita juga harus belajar dri makhluk lainnya..

kamu bisa bahasa semut ya sob... hebat..

admin mengatakan...

@all : terima kasih komentarnya..mari kita ambil contoh yang baik dari hidup semut tersebut

Poskan Komentar

Tinggalkanlah sedikit komentar..karena akan sangat berkesan bagi saya,

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...