Senin, 10 Januari 2011

Mengapa air mata asin, air telinga pahit, air mulut tawar


Tidak banyak yang tahu atau menyadari keajaiban dari apa yang kita miliki: air mata, air telinga, dan air liur. Fakta ilmiah ini terkadang disepelekan, padahal ketiganya memiliki fungsi berlainan yang memang diciptakan demikian oleh sang Pencipta sehingga kita dapat hidup dengan sangat baik.

Air Mata Berasa Asin


Air mata berasa asin karena memang kandungannya yang meliputi leusinenkefalin, adrenokortikotropik, dan prolaktin serta beberapa elektrolit, protein pengikat lemak dan Imunoglobulin A yang keseluruhannya menghasilkan rasa asin.

Dimana fungsi utama dari keseluruhannya ialah menjaga kondisi mata agar tetap stabil. Protein pengikat lemak itu sendiri membuat lapisan terluar yang terdiri dari lapisan lemak yang fungsinya melindungi kelembaban mata tetap utuh.

Air Telinga Berasa Pahit


Air telinga kita pahit, sebenarnya merupakan hasil sekresi dari kelenjar-kelenjar di dalam telinga yang bersifat basa dan lengket. Sekresi ini memungkinkan telinga yang mana lubangnya terbuka dan tanpa penutup itu bilamana termasuki oleh serangga ataupun makhluk kecil lain menjadikan mereka tidak tahan berlama-lama di dalamnya dan segera keluar dari telinga.

Cairan yang cenderung lengket menjadikan benda-benda kecil yang masuk cenderung terperangkap dan dapat dikeluarkan sebagai kotoran telinga.

Air Liur Berasa Tawar


Air liur kita memang berasa tawar. Ini dikarenakan memang fungsi daripadanya yang berhubungan dengan rasa dari makanan yang kita makan. Dapatkah Anda bayangkan jika air liur kita berubah rasa? Sangat-sangat tidak mengenakkan sekali pasti di kala menyantap makanan.

Ini pun pasti Anda rasakan ketika Anda sakit. Minum air tawar pun berasa pahit. Sangat tidak nyaman. Air liur mengandung enzim dan beberapa protein dan zat antibakteri.

Pada waktu Anda sakit, kandungan dari air liur berubah sedemikian rupa sehingga komposisi daripadanya cenderung menghasilkan cairan yang agak basa. Inilah mengapa Anda merasakan rasa pahit saat sakit dan sangat tidak nyaman di kala menyantap makanan.

15 komentar:

Faril mengatakan...

hoho,,seumpama air telinga berasa manis,,tentu banyak semut yang masuk ke telinga kita..hahaha

Farix Sanquilicuor (Faris Hardiyanto 177) mengatakan...

bagus sob ! thanks sharenya lagi... eh stuju sama komentator "Faril" hahaha

sibutiz mengatakan...

wach,makash atas infonya ya ka...

syamsul rijal mengatakan...

info'na keren sob...ijin save ya.."sya setuju juga dengan Faril kalo air luda manis pengusaha gula pasti bangkrut..heheheheh"

Kelpo mengatakan...

Saya belum pernah coba air telinga, hihi

admin mengatakan...

@Faril : ya kalo semut...kalo yang dateng lebah gimana???hahaha
@kelpo : silahkan nanti bisa di coba dengan di tambah sedikit madu (emang jamu??)
@all : terima kasih komentarnya

BRI Jakarta Veteran mengatakan...

wah mantabs sob, baru tahu nih ...

Penghuni 60 mengatakan...

wah, jujur aku baru tau akan hal ini, mksh ya sob, artikelmu menambah ilmu pengetahuanku
:)
salam

admin mengatakan...

ya sama-sama...terima kasih kunjungannya:k:

Ladida's Blog mengatakan...

ternyata air telinga bersifat basa . , hmm , baru tahu saya . , thanks kawan . , :a:

admin mengatakan...

hohoho..benar itu

Jamal mengatakan...

Informasi yg bermanfat kawan, thk

admin mengatakan...

yap sama sama

naughtyric mengatakan...

info yg sngat menarik mas :b:

diL mengatakan...

mantaffff artikelnya..,
knjungin blog ane sob,, bagi yg mau tukeran link..di www.dil-borneo.co.cc

Poskan Komentar

Tinggalkanlah sedikit komentar..karena akan sangat berkesan bagi saya,

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...