Sabtu, 27 Agustus 2011

Mangkuk Kayu


Seorang kakek hidup dengan anak laki-lakinya, menantu, serta cucunya yang masih berusia 4 tahun. Tangan kakek itu sudah sulit memegang sesuatu, matanya rabun, dan jalannya pun tertatih-tatih. Pada suatu malam, keluarga itu makan bersama di meja. Tetapi karena tangannya gemetar dan mata yang rabun, membuat ia sulit untuk makan. Makanan di sendoknya terjatuh ke lantai, susu di gelas pun tumpah di meja makan itu. Anak dan menantunya menjadi kesal karenanya.


“Kita harus melakukan sesuatu terhadapnya".katanya anaknya.
"Aku sudah tidak tahan harus membersihkan tiap kali ia makan dan cara makannya yang membuat orang tidak nyaman..”

Lalu ia dan istrinya meletakkan meja di pojok ruangan. Di sana, si kakek itu makan sendiri ketika yang lain menikmati makan malam di meja makan. Karena si kakek sering memecahkan mangkok, makanannya dihidangkan di mangkok kayu.

Kadang saat mereka menatap kakek itu, kakek itu sedang menangis saat makan sendiri. Tapi tetap saja, kata-kata mereka tetap kasar ketika kakek itu menjatuhkan makanannya.Si anak 4 tahun hanya melihat dalam ketenangan.

Suatu malam sebelum makan, si ayah mengamati anaknya sedang bermain dengan kayu.
Ia lalu bertanya, “apa yang kamu buat anakku?”
Anak itu menjawab, “Oh, aku membuat mangkuk kayu untuk papa dan mama ketika nanti aku sudah bertumbuh dewasa.”

Anak 4 tahun itu tersenyum dan melanjutkan kerjanya. Mendengar itu, orangtuanya tidak bisa berkata-kata. Air mata mulai mengalir ke pipi mereka. Mereka tahu apa yang harus mereka lakukan. Malam itu, si anak lelaki memegang tangan ayahnya itu dan dengan hati-hati membawanya ke meja makan keluarga.
Selama sisa-sisa hidupnya, kakek itu akhirnya makan bersama lagi dengan keluarganya. Dan mereka tidak peduli lagi saat garpu si kakek terjatuh, susu tumpah, atau makanan berceceran.

"Terkadang kita lupa..bagaimana untuk mencintai seseorang..."

1 komentar:

company profile mengatakan...

terima kasih artikelnya

Poskan Komentar

Tinggalkanlah sedikit komentar..karena akan sangat berkesan bagi saya,

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...