Tampilkan postingan dengan label Tokoh Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Islam. Tampilkan semua postingan
Kamis, 11 November 2010
Tsa'labah Bin Abdurrahman
...ketika Tsa'labah wafat,Rasulullah berjalan berjingkat-jingkat setelah menyolatinya...
Seorang peemuda dari kaum Anshar bernama Tsa'labah bin Abdurrahman telah masuk islam.Dia sangat setia melayani Rasulullah saw.
Suatu ketika,Rasulullah mengutusnya untuk suatu keperluan.Dalam perjalanannya dia melewati salah satu rumah perempuan Anshar yang tengah mandi,yang tanpa sengaja terlihat olehnya.Dia takut akan turunnya wahyu kepada Rasulullah saw mengenai perbuatannya itu.Maka dia pun kabur menuju ke sebuah gunung yang terletak di antara Mekah dan Madinah,dan terus mendakinya.
Selama 40 hari Rasulullah kehilangan Tsa'labah.Kemudian Jibril as turun kepada Rasulullah saw dan berkata, "Wahai Muhammad ! sesungguhnya Tuhanmu menyampaikan salam kepadamu dan berfirman, 'Sesungguhnya seseorang laki-laki dari umatmu sedang berada di gunung ini memohon perlindungan dariKu'. "
Maka Rasulullah saw berkata, "Wahai Umar dan Salman ! Pergilah cari Tsa'labah bin Abdurrahman,dan bawa ia kemari."
Selasa, 09 November 2010
Bilal bin Rabah Al-Habashi ra ’Sang Pengumandang Panggilan Langit’
Namanya adalah Bilal bin Rabah, lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ayahnya bernama Rabah, sedangkan ibunya bernama Hamamah, seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Mekah. Karena ibunya itu, sebagian orang memanggil Bilal dengan sebutan ibnus-Sauda’ (putra wanita hitam).
Bilal dibesarkan di kota Ummul Qura (Mekah) sebagai seorang budak milik keluarga bani Abduddar. Saat ayah mereka meninggal, Bilal diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf, seorang tokoh penting kaum kafir.Bilal merasakan penganiayaan orang-orang musyrik yang lebih berat dari siapa pun. Berbagai macam kekerasan, siksaan, dan kekejaman mendera tubuhnya. Namun ia, sebagaimana kaum muslimin yang lemah lainnya, tetap sabar menghadapi ujian di jalan Allah itu dengan kesabaran yang jarang sanggup ditunjukkan oleh siapa pun.
Sabtu, 06 November 2010
Perilaku Para Sufi Saat Menghadapi Kematian
Seperti kita ketahui perilaku orang shalih menghadapi ajal atau naza' berbeda-beda.Diantaranya ada yang terlimpahi rasa takut disertai rasa hormat,ada yang terlimpahi rasa harapan,dan ada yang dibuka oleh Allah seketika akan hal-hal yang berkaitan dengan keharusan mereka untuk tenang dan tenteram serta keteguhan yang baik.Sekedar contoh,di bawah ini sedikit sikap beberapa sufi saat menghadapi ajal.
- Dikisahkan,ketika orang-orang menjenguk Abdullah bin Mubarak saat menjelang kematiannnya,dia tampak sedang tertawa.Kemudian dia ditanya soal tertawanya itu.Abdullah menjawab, "Mengapa aku tidak boleh tertawa? Sedangkan perpisahan dengan yang paling kujauhi telah dekat,sementara tiba lebih cepat Dzat yang benar-benar kuharapkan begitu mendekat?"
Jumat, 05 November 2010
Abu Bakar As-Sidiq
…jika aku berbuat salah maka kalian wajib meluruskan dan mengingatkan.
Beliau lahir dua tahun beberapa bulan setelah kelahiran Rasulullah Saw di kota Mekkah. Atau pada tahun 51 sebelum Hijriah (751 M). Nama lengkapanya Abdullah bin Utsman bin ‘Amir bin Ka’ab at-Taimy al-Qursy. Dulunya bernama Abdul Ka’bah, kemudian Rasulullah mengantinya dengan nama Abdullah. Gelarnya As-Sidiq; orang percaya. Ketika terjadi peristiwa Isro’ dan Mi’roj, beliaulah termasuk orang pertama yang percaya dengan peristiwa itu. Maka beliau digelari as-Siddiq. Nama panggilanya Abu Bakar. Ibunya bernama ummul Khoir Salma binti Shahr bin ‘Amir .
Umar bin Khottob
… syetan tidak akan mampu menghalangi jalanmu.(hadits)
Lahir 40 tahun sebelum hijrah Rasulullah. Nama lengkapnya Umar bin Khottob bin Nafail bin Abdul ‘Izzy al-Qursy. Nama pangilannya adalah Abu Hafsh (anak singa). Ayahnya, al-Khottob bin Nufail al-Adwy adalah seorang yang gagah berani. Ibunya, Hantamah binti Hasyim bin al-Mughiroh. Gelarnya al-Faaruq (pembeda/pemisah antara yang benar dengan yang batil). Pada masa jahiliyah menikah dengan kerabat dekatnya, Ummu Kultsum binti Jaruul. Sesudah masuk Islam, menikah dengn Zaenab bin Ma’dhun, Ummu Kultsum binti Ali ra., Jamilah binti Tsabit, Ummu Hakim binti al-Harits, ‘Atakah binti Zaid, Sabi’ah binti al-Harits. Dari perkawinannya lahir 12 anak. 6 anak laki-laki; Abdullah, Abdurrahman, Zaid, Ubaidillah, ‘Ashim dan ‘Iyadh. 7 anak perempuan; Hafsah,Roqiyah, Fatimah, Shofiyah, Zainab dan Ummul Walid.
Ali bin Abu Tholib
… Berbicaralah dengan manusia dengan bahasa yang mudah dipahami (Ali ra).
Dilahirkan di Mekkah 32 tahun sejak kelahiran Rasulullah dan 10 tahun sebelum kenabian Muhammad bin Abdullah (Rasulullah). Nama lengkapnya Ali bin Abu Tholib bin Abdul Mutholib bin Hasyim al-Qursy al-Hasyimy. Satu kakek dengan Rasulullah, yaitu kakek pertama; Abdul Mutholin. Nama panggilannya Abul Hasan, kemudian Rasulullah memberikan nama panggilan lain, yaitu Abu Turob. Ibunya bernama Fatimah binti Asad bin Hasyim bin Abdul Manaf al-Qursyiah al-Hasyimiah.
Mengenai pribadinya, wajahnya tampan, beliau berkulit sawo matang, kepalanya botak kecuali bagian belakang, matanya lebar dan hitam, pundaknya lebar (kuat), tangan dan lengannya kuat, badanya besar hampir-hampir gemuk dan tubuhnya tidak tinggi dan tidak pendek (sedang). Beliau adalah sosok laki-laki ceria dan banyak tertawa.
Abu Salmah
Nama lengkapanya Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal al-Makhzumy al-Qursy. Biasanya dipanggil Abu Salamah. Ibunya bernama Barah binti Abdul Muhtolib, bibi Rasulullah. Beliau adalah saudara Rasulullah dan Hamzah dalam satu susuan.
Mengenai keislamannya, beliau termasuk orang yang masuk Islam pada awal-awal kehahiran Islam. Sesuai dengan urutan orang masuk Islam pertama, beliau nomer ke-11. Banyak sekali ujian dan cobaan setelah menyatakan diri masuk Islam. Tapi dihadapinya dengan penuh kesabaran. Suatu ketika orang-orang Quraisy menyiksanya, beliau lari minta perlindungan ke pamannya, Abu Tholib. Pamanya melarang untuk menyiksanya. Dengan lantang berkata; “Saya larang anak saudara perempuanku sebagaimana saya larang anak saudaraku (maksudnya Rasulullah).
Abu Musa al-Asy’ari
…Ada dua hal yang dapat memutus dariku kenikmatan dunia; mengingat mati.
Dilahirkan di Zabin, Yaman, 21 tahun sebelum Hijriah. Nama lengkapnya Abu Abdullah bin Qis bin Salim bin Hadhor bin Harb. Nama panggilannya Abu Musa dan al-Asy’aridinisbahkan kepada bani al-Asy’ar di Qohthan. Beliau adalah seorang zahid, ahli fiqh, al-Imam al-Kabir dan ahli ibadah. Tubuhnya tidak gemuk dan tidak terlalu pendek. Suaranya bagus.
Sejarah beliau dimulai dari Yaman tempat dimana beliau dilahirkan. Masa itu penduduk Qohtahn banyak yang menyembah berhala. Meskipun beliau masih berusia muda, tapi beliau menolak dan menginkari penyembahan berhala yang berlaku di masyarakatnya. Beliau tahu bahwa berhala yang disembah tidak memberikan manfaat dan juga bahaya. Dalam hatinya berkeinginan agar datang pertolongan dari langit untuk menyelamatkan manusia dari penyembahan berhala. Keinginannya itu terwujud ketika beliau mendengar bahwa Muhammad bin Abdullah adalah utusan Allah mengajarkan agama tauhid, mengajak kepada amar ma’ruf dan budi pekerti mulia.
Abu Darda’
… sesuatu sedikit tapi memberi kecukupan bagimu lebih baik daripada banyak tapi menghancurkanmu
Nama lengkapnya ‘Uwaimir bin Malik bin Qis bin Umaiyah al-Anshory al-Khazrojy. Nama panggilnya Abu Darda. Begitu juga nama gelarnya Abu Darda. Khazrojy berasal dari Khazroj yaitu nama kabilah yang berasal dari Yaman. Setelah itu beliau pindah ke Madinah. Bersama kabilah Aus, kabilah Khazroj merupakan ‘ikon’ penduduk anshor di Madinah.
Suatu hari beliau pergi tempat dagangnya. Sebelum pergi, beliau sempat memandangi patungnya yang diletakkan di tempat paling mulia. Patung itu dihiasi barang-barang mewah. Sesampainya di Yatsrib (Madinah), di mana beliau berjualan, tampak jalan-jalan di pasar dipenuhi pengikut Rasulullah. Kononnya mereka baru pulang dari perang Badr. Diantara pengikut Rasulullah itu ada Abdullah bin Rawaha, teman satu kabilah. Di kalangan kabilahnya, Abdullah dikenal sebagai penyair. Kedunya memang dekat sejak masa jahiliyah. Ketika datang ajaran Islam, Abdullah mengikut ajaran Islam. Sedangkan beliau enggan. Meski demikian, keduanya masih tetap bersahabat baik.
Abdurrahman bin ‘Auf
Dilahirkan pada tahun 44 sebelum Hijrah. Nama lengkapnya Abdurrahman bin ‘Auf bin Abdu ‘Auf bin Abdul Harits. Biasa dipanggil Abu Muhammad. Pada masa jahiliyah bernama Abdul Ka’bah. Kemudian Rasulullah mengantinya dengan Abdurrahman.
Mengenai pribadinya; wajahnya tampan, kulitnya sawo matang, kulitnya tipis, telapak tangganya besar begitu juga jari-jarinya. Mengenai keislamannya, beliau masuk Islam atas bimbingan Abu Bakar. Beliau termasuk delapan orang yang masuk Islam pada awal-awal kelahiran Islam. Disebutkan bahwa beliautermasuk 10 orang yang dijanjikan masuk surga.
Abdullah bin Mas’ud
…Saya tidak takut anak perempuanku menjadi fakir miskin
Nama lengkapnya Abdullah bin Mas’ud bin Ghofil bin Habib al-Hadzaly. Biasanya dipanggil Abu Abdurrahman. Beliau dikenal dengan sebutan “Habrul Ummah”(ilmuan umat Islam) seperti halnya Ibn ‘Abbas. Beliau juga termasuk orang yang ahli fiqh.
Mengenai keislamannya, beliau masuk Islam sebelum Rasulullah datang ke rumah al-Arqom. Rumah inilah yang menjadi cikal bakal tempat pengajian ajaran Islam dimana para sahabat hadir di sana. Beliau termasuk enam orang yang masuk Islam pada awal-awal datangnya Islam. Masa kecilnya dihabiskan untuk mengembala kambing milik ‘Uqbah bin Abu Mu’id di Mekkah. Maklum, orang tuanya bukan orang yang kaya yang mampu mencukupi kebutuhan hidupnya.
Abdullah bin Harram
…Allah berbicara dengan ayahmu secara langsung.
Mengenai tahun kelahiranya tidak diketahui secara pasti. Nama lengkapnya Abdullah bin Amru bin Harram bin Tsa’labah al-Anshory al-Khazroji. Biasanya dipanggil Abu Jabir.
Beliau termasuk tujuh puluh orang yang ikut dalam pembaiatan Rasulullah di Aqobah kedua. Salah satu ketua dari dua belas ketua yang ikut dalam pembaitan Rasulullah. Selama hidupnya bersama Rasulullah, beliau ikut perang Badr dan maju ke medan perang seperti pahlawan yang penuh keberanian. Sebelum pergi ke perang Uhud tahun 3 Hijriah, beliau berkata; “Aku tidak ingin melihat aku terbunuh di perang ini tapi aku berharap menjadi orang pertama yang mati syahid dari orang-orang muslim.” Beliau wafat pada perang ini. pada waktu Rasulullah melihat anaknya, Jabir dan keluarganya sedang menangis, beliau kata; “Kalian menanggis atau tidak menanggis, para malaikat akan melindunginya dengan sayap-sayapnya.”
Az-Zubair bin Al-Awwam
… Saya tidak akan keluar dari Islam sampai kapanpun.
Dilahirkan pada tahun 28 sebelum Hijriah. Nama sebenarnya az-Zubair bin ‘Aw-wam bin Khuwailid al-Qursy al-Asady. Biasa dipanggil Abu Abdullah. Beliau bergelar Hawwaari Rasulullah (pengikut Rasul). Nasabnya bertemu dengan nasab Rasulullah di kakeknya, Qushai. Khodijah, istri Rasulullah sekaligus Ummul mukminin, adalah bibinya.
Abdullah bin Abbas
….ilmu kalian tidak akan memberi manfaat sedikitpun kecuali diamalkan dengan baik.”
Lahir di Sya’b tiga tahun sebelum peristiwa hijrah (Hijriah) pada waktu umat Islam dikepung oleh kaum kafir. Nama lengkapnya Abdullah bin al-Abbas bin Abdul Mutholib al-Quraisyi al-Hasyimi. Biasanya dipanggil Abul ‘Abbas dan digelari “habrul ummah”(ilmuan Umat) dan “Turjuman al-Qur’an”(Penerjemah al-Qur’an). Ibunya bernama Ummul Fadhil Lubabah binti al-Harits al-Hilaliyah. Beliau adalah anak dari paman Rasulullah. Badannya tidak terlalu tinggi, wajahnya ganteng dan kulitnya putih. Kalau bicara sopan dan baik tutur katanya.
Shalahuddin Al-Ayyubi
Shalahuddin Al-Ayyubi terlahir dari keluarga Kurdish di kota Tikrit (140km barat laut kota Baghdad) dekat sungai Tigris pada tahun 1137M. Masa kecilnya selama sepuluh tahun dihabiskan belajar di Damaskus di lingkungan anggota dinasti Zangid yang memerintah Syria, yaitu Nur Ad-Din atau Nuruddin Zangi.
Salahudin Al-Ayyubi atau tepatnya Sholahuddin Yusuf bin Ayyub, Salah Ad-Din Ibn Ayyub atau Saladin/salahadin (menurut lafal orang Barat) adalah salah satu pahlawan besar dalam tharikh (sejarah) Islam. Satu konsep dan budaya dari pahlawan perang ini adalah perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang kita kenal dengan sebutan maulud atau maulid, berasal dari kata milad yang artinya tahun, bermakna seperti pada istilah ulang tahun. Berbagai perayaan ulang tahun di kalangan/organisasi muslim sering disebut sebagai milad atau miladiyah, meskipun maksudnya adalah ulang tahun menurut penanggalan kalender Masehi
Kamis, 04 November 2010
Biografi Abu Nawas
Tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita akan nama sang tokoh kocak “Abu Nawas” saking masyhurnya nama tersebut hingga kadang kita tidak mengetahui siapa nama asli dia sebenarnya. Nama asli Abu Nawas adalah Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami. Dia dilahirkan pada 145 H (747 M ) di kota Ahvaz di negeri Persia (Iran sekarang), dengan darah dari ayah Arab dan ibu Persia mengalir di tubuhnya. Ayahnya, Hani al-Hakam, merupakan anggota legiun militer Marwan II. Sementara ibunya bernama Jalban, wanita Persia yang bekerja sebagai pencuci kain wol. Sejak kecil ia sudah yatim. Sang ibu kemudian membawanya ke Bashrah, Irak. Di kota inilah Abu Nawas belajar berbagai ilmu pengetahuan.
Fatimah Az Zahra Binti Rasulullah
Pemimpin wanita pada masanya ini adalah putri ke 4 dari anak anak Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, dan ibunya adalah Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwalid. Sesungguhnya allah Subhanahu wa ta’ala menghendaki kelahiran Fathimah yang mendekati tahun ke 5 sebelum Muhammad diangkat menjadi Rasul, bertepatan dengan peristiwa besar yaitu ditunjuknya Rasulullah sebagai menengah ketika terjadi perselisiha antara suku Quraisy tentang siapa yang berhak meletakan kembali Hajar Aswad setelah Ka’abah diperbaharui. Dengan kecerdasan akalnya beliau mampu memecahkan persoalan yang hampir menjadikan peperangan diantara kabilah-kabilah yang ada di Makkah.
Langganan:
Postingan (Atom)




